Dari peristiwa anarkis yang berbuntut terbakarnya Kantor Bupati Yahukimo
JAYAPURA—Kantor Bupati Kabupaten Yahukimo yang berada di Dekai, pada Kamis (3/3) malam sekitar pukul 21.15 Wit ludes dilalap api. Dari insiden ini, dua orang warga yakni Okto Hilapok (pegawai Bank Papua Cabang Pembantu di Distrik Dekai) dan Ronald Matua terluka akibat terkena panah, dan sudah di rujuk ke Rumah Sakit Dian Harapan, Jayapura, Jumat (4/3) siang.
Selain menghanguskan kantor Bupati, api juga melalap beberapa bangunan yang berada di dekatnya seperti kantor Bank Papua, kantor Dinas Keuangan serta salah satu rumah warga.
Kuat dugaan aksi pembakaran dilakukan oleh massa pendukung salah satu calon yang kalah dalam gugatan di Mahkamah Konstitusi terkait sengketa Pemilukada di kabupaten tersebut, dimana dalam putusan MK memenangkan pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Yahukimo, Ones Pahabol – Robby Longkutoy.
Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Polisi. Bekto Soeprapto saat dikonfirmasi Wartawan di Kantor Gubernur Papua, Jumat (4/3) lalu mengatakan, setelah menerima laporan kebakaran tersebut dirinya langsung memerintahkan empat pejabat utama Polda Papua untuk meninjau langsung lokasi pembakaran. Para perwira menengah yang diutus guna mengambil langkah penegakan hukum tersebut, adalah Kepala Biro Operasional, Kombespol Rudolf Roja, Direktur Reserse Kriminal, Kombespol Petrus Wayne, Direktur Intelijen Keamanan, Kombespol Dwi Hartono, dan Kepala Satuan Brimob, Komisaris Besar Polisi Prasetyo.
Pada kesempatan itu, Kapolda Bekto dengan tegas menyatakan akan memerintahkan anak buahnya untuk menangkap pelaku pembakaran tanpa pandang bulu.”Siapa pun pelaku apa pun alasanya membakar rumah dan menyerang orang harus dihukum dan harus dikejar. Saya dapat informasi orangnya lari ke gunung harus dikejar sampai dapat. Walau alasannya karena marah, karena diprovokasi, karena dipancing-pancing itu tetap tidak boleh. Itu biadab dan harus diproses,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua, Kombespol, Wachyono yang dihubungi Bintang Papua via telepon, Sabtu (5/3) malam mengatakan, sementara ini pihaknya baru melakukan pemeriksaan saksi saksi termasuk saksi korban. Dari keterangan saksi itu nantinya akan terus didalami untuk mengungkap siapa pelaku pembakaran.
Wachyono juga menyebutkan, untuk memperkuat pengamanan di wilayah tersebut pasca pembakaran, Polda Papua akan mengirim satu pleton pasukan Brimob untuk memback-up pasukan yang sudah ada disana. “Sementara situasi kota Dekai saat ini sudah mulai berangsur kondusif,” pungkasnya. (ar/aj)
Ditulis oleh redaksi binpa
Minggu, 06 Maret 2011 20:50